Menteri Keuangan mengatakan yang dimaksud yang disebut nilai totalnya Rp11 ribu triliun masih banyak yang bisa dioptimalkan supaya bisa berdampak besar ke perekonomian.
“Banyak sekali selama pembangunan Indonesia dilakukan, aset-aset kita yang tersebut dimaksud nilainya sekarang Rp11 ribu triliun, itu sebagian besar sebetulnya sangat lalu masih mampu dioptimalkan,” katanya dalam Malam Penganugerahan The Asset Manager, Selasa (17/10).
Ani, sapaan akrabnya, mengatakan negara emerging market seperti Indonesia perlu menggali sumber-sumber daya untuk meningkatkan pembangunan. Salah satunya dengan terus meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan aset melalui skema pembiayaan kreatif.
Ia mengatakan kemampuan mengelola aset negara secara lebih tinggi besar optimal masih relatif baru pada Indonesia. Karenanya, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) diharapkan menjadi pioner dalam memanfaatkan aset dengan prinsip the best and highest use.
“Sering saya bilang ke teman-teman, aset harus bekerja keras, bukan belaka sekali kita bekerja keras untuk aset,” katanya.
Bendahara negara itu mengatakan pengoptimalan aset juga dijalankan negara lain seperti Inggris lalu Prancis. Dalam kunjungan ke negara-negara hal yang disebut pada pekan lalu, ia melihat banyak aset yang tersebut hal tersebut dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat.
“Saya di area tempat Paris, ada gedung OECD, gedungnya indah banget, bekas koloni kali. Itu menggambarkan merekan itu mampu untuk menggunakan gedung-gedung tua menjadi tempat aktivitas,” katanya.
“Saya harap ini dapat memberikan inspirasi bagi kita untuk menata aset-aset kita sehingga perekonomian kita mampu bergerak lebih banyak banyak baik lalu aset-aset ini menjadi sumber penggerak perekonomian kita,” imbuhnya.